Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jumat, 15 Juli 2022

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid


Oleh : Arga Akthobaron, S.Pd.
CGP Angkatan 4 Kabupaten Grobogan

Peristiwa (Fact)

Guru Penggerak sebagai seorang pemimpin pembelajaran dengan peran yang dimiliki, harapannya mampu mensukseskan program merdeka belajar dan membentuk profil pelajar Pancasila. Salah satu profil pelajar Pancasila yang diharapkan dapat dibentuk di lingkungan sekolah adalah Beriman Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Di SDIT Al Firdaus Purwodadi memiliki Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harapannya mampu dicapai melalui program sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Salah satu SKL yang belum tersentuh adalah murid terbiasa membaca Al Qur'an juz 30 beserta terjemahannya. Karena selama ini murid baru terbiasa membaca ayat Al Qur'annya saja, namun belum mengetahui arti dari ayat yang dibacanya. 


Aksi nyata ini diberi nama Mu-Ter, atau Murojaah dan membaca Terjemahan Juz 30. Program ini dilakukan sebagai salah satu cara mencapai SKL yang diharapkan. Selain itu, dengan mengetahui arti dari ayat yang dibacanya, maka murid akan lebih memahami isinya, memiliki adab dengan karakter Islami sesuai tuntunan yang ada dalam Al Qur'an, sehingga meningkatkan semangat mereka dalam membaca dan menghafal Al Qur'an.



Mu-Ter ini merupakan program kokurikuler, dan mulai saya coba dilakukan pada awal tahun pelajaran baru ini, pada masa MPLS. Dimulai dari konsultasi rencana program dengan Kepala Sekolah. Dan alhamdulillah Kepala Sekolah memberikan support dan mengarahkan untuk dilakukan mulai awal tahun pelajaran ini di kelas yang saya ampu terlebih dahulu. Selanjutnya saya mencoba melaksanakan langkah-langkah yang sebelumnya dipersiapkan pada koneksi antar materi sebelumnya.




Perasaan (Feeling)

Saat menjalankan aksi nyata ini awalnya saya masih meraba-raba kondisi murid yang ada di kelas saya. Karena dilakukan di awal tahun pelajaran, tentunya saya juga masih dalam rangka melakukan asesmen diagnostik pada murid di kelas saya, dalam hal ini adalah kelas 4B SDIT Al Firdaus Purwodadi. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, karena bisa sekalian dilakukan saat saya mempraktikkan aksi nyata ini. Saya merasa senang karena mereka antusias dengan program Mu-Ter ini. Di awal mereka sudah dilibatkan dalam pemilihan surat, kemudian diajak membaca ayat secara klasikal. Selanjutnya ketika membaca terjemahannya per ayat, terjadi tanya jawab dan mereka mendengarkan dengan seksama arti dari ayat yang telah dibaca.

Pembelajaran (Finding)

Berdasarkan aksi nyata yang telah dilakukan, pembelajaran yang dapat saya ambil adalah bahwa ternyata murid-murid antusias dalam mendengarkan terjemahan dari ayat yang dibacakan. Namun dari hal positif tersebut, yang masih perlu ditingkatkan adalah antusias mereka secara individu. Anak putri pada umumnya suka membaca, berbeda dengan anak putra yang sebagian besar masih perlu ditingkatkan juga kemampuan literasinya. 

Penerapan ke depan (Future)

Dengan antusiasme murid membaca terjemahan secara klasikal, tentunya saya sebagai guru juga perlu mengetahui dan memahami terlebih dahulu maksud atau isi kandungan yang ada di dalamnya. Supaya mereka juga mampu memahami dengan bahasa yang dimengerti oleh anak usia kelas 4 SD. Selain itu, dalam pelaksanaan berikutnya harapannya ada variasi yang memicu antusiasme mereka membaca secara individu. Praktik baik ini nantinya juga akan saya bagikan ke rekan sejawat yang lain minimal pada rekan satu jenjang kelas supaya SKL yang diharapkan juga dapat tercapai.

Jumat, 03 Juni 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 21

 

Arga Akthobaron, S.Pd.
CGP Angkatan 4 Kabupaten Grobogan

MODEL 4C
(CONNECTION, CHALLENGE, CONCEPT, CHANGE)

CONNECTION

Selasa, 17 Mei 2022
Mengikuti ruang kolaborasi bersama CGP lainnya dalam ruang virtual berdiskusi tentang pemetaan semua aset yang dimiliki daerah. Hasil pemetaan akan dibuat dalam bentuk poster atau lainnya kemudian dipresentasikan masing-masing kelompok untuk menggali dan mengidentifikasi sumber daya daerah yang kemudian diangkat menjadi aset sekolah sebagai keunggulan lokal.

Rabu, 18 Mei 2022
Melakukan refleksi terkait sumber daya yang dimiliki oleh sekolah, mengidentifikasi cara pandang yang sebelumnya berbasis masalah menjadi memandang kekuatan yang dimiliki sekolah, serta mengambil makna dari pengalaman belajar dan dapat melakukan refleksi yang dipandu fasilitator melalui pertanyaan reflektif yang ada di LMS.

Kamis-Jum'at, 19-20 Mei 2022
Kegiatan yang dilakukan adalah demonstrasi kontekstual yaitu mengidentifikasi aset yang dimiliki oleh sekolah. Kekuatan dan aset apa yang dimiliki, menganalisis sejauh mana potensi kekuatan aset yang sekolah miliki untuk kemajuan dan pengembangan sekolah ke depannya.

CHALLENGE

Setelah mempelajari pembahasan di materi modul 3.2 tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya banyak hal baru yang saya dapatkan. Saya mendapatkan pengetahuan dan pemahaman bahwa pentingnya dalam pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah, jika dilakukan dengan bijak maka akan menjadi aset terbesar guna berperan untuk kemajuan sekolah.

CONCEPT

Pendekatan komunitas berbasis aset cocok diterapkan di sekolah. Sebagai sebuah komunitas, sekolah dapat menerapkan pendekatan ini untuk fokus pada potensi yang dimiliki bukan pada kekurangan, sehingga tujuan dan visi sekolah yang berpihak pada murid dapat terwujud. Untuk menerapkannya ada 7 aset atau modal utama yang dapat dioptimalkan dalam sebuah komunitas yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, serta modal agama dan budaya.

CHANGE

Dengan pemetaan dan identifikasi aset yang dilakukan, saya ingin berpartisipasi dalam menggunakan aset yang ada dalam kurikulum dan kegiatan sekolah terutama dalam penanaman karakter nilai-nilai Islami yang dapat diberdayakan pada murid.



Jurnal Refleksi - Minggu 22


Arga Akthobaron, S.Pd.
CGP Angkatan 4 Kabupaten Grobogan

MODEL DEAL 
(DESCRIPTION, EXAMINATION AND ARTICULATION OF LEARNING)

DESCRIPTION
Deskripsikan pengalaman yang dialami (apa, siapa, dimana, kapan, mengapa bagaimana)

Senin, 23 Mei 2022
Elaborasi Pemahaman Sesi Instruktur
Melalui ruang virtual bersama instruktur, fasilitator, dan CGP lainnya menggali dan mengeksplor materi tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. 

Rabu, 25 Mei 2022
Koneksi Antar Materi
Mengaitkan materi antar modul serta membuat rencana kecil perubahan yang akan dilakukan pada diri dan sekolah berkaitan dengan materi dalam modul 3.2 ini serta mengimplementasikan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset menggunakan format BAGJA.

Jum'at, 27 Mei 2022
Aksi Nyata
Mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan sumber daya yang memanfaatkan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya serta aksi ini untuk menjalankan rancangan yang dibuat pada tahap koneksi antar materi.

ANALISIS EXAMINATION

Aset atau sumber daya merupakan hal penting yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah. Saya bersama komunitas sekolah mencoba memetakan aset yang ada menggunakan inkuiri apresiatif model BAGJA. Dengan model ini akan memaksimalkan manfaat aset bagi ekosistem sekolah dan mendukung pembelajaran di kelas. Lingkungan sekolah merupakan tempat berharga khususnya bagi guru dan murid, wellbeing murid akan terbentuk jika proses pembelajaran berlangsung menyenangkan dengan didukung oleh lingkungan yang bersih dan rapi. Saya bersama komunitas sekolah berupaya melakukan perubahan dengan mengajak murid membuat lingkungan sekolah menjadi nyaman dan dapat belajar dengan bahagia dengan bimbingan dari guru.

ARTICULATION OF LEARNING

Rencana Perbaikan Mendatang
Sebagai pemimpin pembelajaran haruslah bisa memetakan 7 aset atau sumber daya yang ada di sekolah serta mengelolanya untuk kepentingan pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal yang tidak kalah penting adalah mengubah pola pikir khususnya guru dari pemikiran lama yang cenderung berbasis kekurangan atau masalah ke arah pola pikir positif yang berbasis kekuatan yang akan memuka harapan dan impian bagi murid.



Jumat, 29 April 2022

Koneksi Antarmateri



Koneksi Antarmateri
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh : Arga Akthobaron

Pengaruh Pratap Triloka terhadap Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Pratap Triloka yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Azas ing ngarso sung tuladha mengandung makna bahwa dapat memberi teladan, memberi pengaruh pada pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, yaitu seorang guru perlu memberikan teladan dan panutan murid dalam pengambilan keputusan. 

Azas ing madyo mangun karso mengandung arti bahwa bagaimana seorang guru menumbuhkan usaha murid untuk mengambil keputusan atas situasi yang dihadapi. Guru dapat menuntun murid dalam pengambilan keputusan sesuai nilai kebajikan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada penerapan azas tut wuri handayani, pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran sebaiknya tidak bertentangan dengan nilai kebajikan universal yang diyakini, berdampak pada murid, serta dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, pratap Triloka sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Hubungan antara Nilai-nilai yang Tertanam dengan Pemilihan Prinsip Pengambilan Keputusan

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri akan mempengaruhi pengambilan keputusan saat mengalami dilema etika maupun bujukan moral. Prinsip yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang mengandung situasi dilema etika dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakini.

Keputusan yang diambil merupakan dampak nilai-nilai positif yang dipegang dan dipedomani. Nilai-nilai positif akan mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan dengan resiko sekecil-kecilnya serta dapat mengakomodasi pihak yang bertentangan. Keputusan yang diambil harus berpihak pada murid dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai yang dipegang akan mempengaruhi prinsip yang digunakan yaitu mempertimbangkan dampak yang dihasilkan, tidak melanggar hukum, serta mengutamakan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan empati.

Pengaruh Coaching oleh Fasilitator Terhadap Proses Pembelajaran Pengambilan Keputusan

Dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan, fasilitator melakukan pendampingan dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching. Fasilitator mendampingi CGP dengan menerapkan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip penyelesaian dilema etika, serta 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan komunikasi asertif. Fasilitator sebagai mitra yang memberdayakan CGP lewat pertanyaan-pertanyaan terbuka, reflektif, dan mendalam sehingga CGP dapat menggunakan potensi, pengetahuan, dan pengalamannya dengan optimal dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Keputusan yang diambil CGP dipandu oleh fasilitator melalui coaching adalah keputusan yang merupakan pilihan terbaik. Tidak melanggar norma, berdampak pada orang banyak, berdasarkan nilai kemanusiaan, dan memiliki pengaruh jangka panjang, serta dapat dipertanggung jawabkan. 

Hubungan antara Aspek Sosial Emosional Guru dengan Pengambilan Keputusan

Aspek sosial emosional guru sangat berpengaruh pada keputusan yang diambilnya. Kesadaran diri yang baik akan membuat guru mengambil keputusan dengan responsif dan tidak terburu-buru. Guru yang pandai mengelola diri meskipun dengan beban kerja dan tugas tambahan yang banyak, dalam pengambilan keputusan akan mempertimbangkan dampak yang akan muncul. Jika guru memiliki kesadaran sosial yang baik, maka guru akan merasakan kondisi yang dialami orang lain, sehingga keputusan yang diambil akan memperhatikan rasa empati, rasa kasihan, dan kemanusiaan. Dengan kemampuan berelasi yang baik, guru akan mampu mengelola tugas bersama rekan sejawat, membangun hubungan dengan murid, sehingga keputusan yang diambil akan berpihak pada murid.

Hubungan antara Nilai-nilai yang Dianut dengan Studi Kasus Masalah Moral dan Etika

Pembahasan studi kasus yang berkaitn dengan masalah moral dan etika dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh guru. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, maka guru akan mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan hukum dan moral. Penerapan nilai-nilai yang dianut oleh guru, maka proses pengambilan keputusan akan mempertimbangkan konsekuensi yang akan didapatkan, sesuai dengan norma/aturan, memperhatikan nilai kemanusiaan, berdampak jangka panjang, serta dapat dipertanggung jawabkan.

Pengambilan Keputusan yang Tepat Berdampak pada Lingkungan yang Positif, Kondusif, Nyaman, dan Aman

Pengambilan keputusan yang tepat akan mengakomodasi kepentingan pihak-pihak yang terlibat, berdampak bagi orang banyak, tidak melanggar hukum, memenuhi keadilan, dan mempunyai pengaruh jangka panjang. Keputusan yang tepat bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal yang diyakini bersama, memberikan pembelajaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keputusan yang tepat akan memberikan pembelajaran bagi pihak yang terlibat, sehingga berdampak jangka panjang dan menjadikan lingkungan yang bernuansa positif. Terakomodasinya kepentingan pihak yang terlibat dalam dilema etika akan membuat lingkungan menjadi kondusif dan aman, sebab semua pihak akan menerima keputusan yang dibuat. Kenyamanan di lingkungan akan terpelihara karena keputusan yang tepat membuat pihak-pihak tersebut merasa memiliki, dihargai, serta timbul budaya saling menghargai.

Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan pada Kasus Dilema Etika

Kesulitan yang kemungkinan bisa saya temui adalah pertentangan dari pihak-pihak yang terlibat, sikap ingin menang sendiri, kurangnya rasa menghargai perasaan orang lain, serta lebih mementingkan dampak jangka pendek. Hal tersebut merupakan paradigma berpikir mementingkan diri sendiri, kesadaran sosial yang rendah, dan tidak melihat dampak jangka panjang. Perlu kolaborasi dengan semua pihak untuk mengubah paradigma yang ada.

Pengaruh Keputusan yang Memerdekakan Murid dalam Belajar

Memerdekakan murid dalam belajar merupakan keputusan yang tepat dalam pembelajaran. Dengan memerdekakan murid maka akan mengasah potensi mereka sehingga memiliki profil pelajar Pancasila. Memerdekakan murid juga akan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang selamat dan bahagia.
Murid akan mengekspresikan diri dengan bebas dan mengoptimalkan perkembangan potensinya. Murid juga akan belajar melakukan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil akan bersumber dari minat, pemahaman, dan pengalaman belajarnya tanpa ada paksaan dari luar.

Keputusan Seorang Pemimpin Pembelajaran Berpengaruh pada Masa Depan Murid

Pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran harus mengutamakan pengembangan potensi murid sesuai kebutuhan belajarnya. Pengembangan potensi sebaiknya juga dilakukan dengan memperhatikan perkembangan zaman.

Murid yang terlatih mengambil keputusan akan menjadi pribadi yang mandiri, dapat melakukan pengambilan keputusan yang inovatif. Murid akan matang dalam mengambil keputusan, penuh pertimbangan, serta cermat. Pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran akan berpengaruh positif terhadap keberhasilan murid di masa depan.

Kesimpulan Modul Pengambilan Keputusan Sebagai Pembelajaran dan Kaitannya dengan Modul Sebelumnya

Pada proses pendidikan di sekolah, guru sebaiknya dapat menggali kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Dalam proses pembelajaran, guru dan murid akan menghadapi kondisi yang mengharuskan memiliki kemampuan mengelola emosi, merencanakan dan mencapai tujuan positif, membangun hubungan positif, menunjukkan empati pada orang lain, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Maka guru perlu menerapkan kompetensi sosial emosional di dalam maupun di luar kelas.

Kegiatan pendidikan di sekolah yang mengusung nilai-nilai, kesepakatan bersama, disiplin positif, maupun tata krama akan mewujudkan terciptanya budaya positif. Apabila ada yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya, maka dapat dibantu melalui proses coaching. Dengan proses coaching, maka seseorang akan dibantu dalam menggali potensi dan kemampuannya dalam menyelesaikan hambatan yang dihadapi

Dalam pengambilan keputusan hendaknya melalui pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada nilai-nilai kebajikan yang diyakini. Dengan nilai yang dimiliki guru yaitu mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif, dan berpihak pada murid maka keputusan yang diambil akan berpengaruh positif pada masa depan murid.

Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran akan melatih diri melihat situasi dengan jernih dari berbagai sudut pandang, menggunakan penyelesaian yang tepat, serta mempertimbangkan dampak yang akan diakibatkan. 

Jumat, 18 Februari 2022

Aksi Nyata - Budaya Positif


Budaya positif di lingkungan sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, serta kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar mereka mampu berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Disiplin positif bertujuan untuk menanamkan motivasi intrinsik pada murid untuk menjadi orang yang mereka inginkan serta menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika mereka memiliki motivasi tersebut, maka murid telah memiliki motivasi intrinsik yang memiliki dampak jangka panjang, yaitu motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman, hadiah, atau penghargaan. Mereka akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang mereka hargai.

Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Agar terbentuk budaya positif hal pertama yang perlu diciptakan dan disepakati adalah keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar bersama di antara warga kelas. Suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan (Gossen : 1998).

Sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4, beberapa kegiatan Aksi Nyata yang sudah saya lakukan pada paket Modul 1 antara lain :

Koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait Aksi Nyata yang akan dilakukan


Melakukan sosialisasi kepada rekan sejawat terkait materi pada paket Modul 1
Foto :


Video :

Melakukan assesment diagnostik dan penyampaian rencana kegiatan di awal semester bersama rekan sejawat satu jenjang kelas 6 dan murid


Membuat keyakinan kelas berdasarkan kesepakatan kelas



Menyusun struktur pengurus kelas untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid serta tanggungjawab berdasarkan kesepakatan kelas


Membuat kesepakatan bersama sebelum melakukan kegiatan di luar pembelajaran


Melakukan restitusi pada penanganan kasus murid yang tidak mengerjakan tugas sekolah
















Rabu, 02 September 2020

Manfaat Rambu-rambu Lalu Lintas


Ketika di jalan raya, kita sering sekali melihat beberapa tanda, benda, atau rambu-rambu lalu lintas. Mulai saat kita mau menyeberang jalan, setelah kita tengok kanan dan kiri dan lampu lalu lintas sudah berwarna merah, maka kita berjalan melewati zebra cross. Adanya lampu lalu lintas tersebut juga membuat jalan raya menjadi lebih teratur. Kita patut bersyukur dan berterimakasih pada Garret Augustus Morgan yang menemukan lampu lalu lintas.

Saat kalian bepergian, tentunya kalian mematuhi peraturan lalu lintas kan? Dengan mematuhi peraturan lalu lintas, kita memperoleh hak untuk selalu merasa aman. Rasa aman tersebut tercipta karena manusia saling menghargai hak orang lain. Tidak hanya lampu lalu lintas, di jalan kita juga menemukan banyak rambu-rambu. Yuk kita belajar lebih lanjut melalui video tentang jenis-jenis dan arti dari rambu-rambu lalu lintas. Selamat belajar!!

1. Rambu Peringatan, cek video penjelasannya DISINI

2. Rambu Larangan, cek video penjelasannya DISINI 

3. Rambu Perintah, cek video penjelasannya DISINI

Senin, 31 Agustus 2020

Kosakata Baku dan Non Baku dalam Teks Eksplanasi

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi merupakan penjelasan sebuah proses terkait peristiwa alam. Teks ini berfungsi untuk memberikan penjelasan yang disusun rapi sesuai dengan sebab akibatnya. Sistematika teks ini terdiri dari pernyataan yang bersifat umum (pembuka), pernyataan atau uraian yang menjelaskan pembuka (isi), dan kesimpulan atau pesan (penutup).

Ayo Membaca Teks Eksplanasi


Ayo Berlatih

Temukan kosakata non baku pada teks eksplanasi di atas! Setelah menemukan, perbaikilah dengan menulis di tabel berikut ini.







Minggu, 29 Maret 2020

Apa itu Poster?

Pengertian Poster
Poster merupakan suatu desain grafis yang didalamnya terdapat gambar dan kata-kata pada kertas yang ukurannya besar, isinya memuat tentang informasi dan ditempel di tempat-tempat umum agar dapat dilihat dan dibaca oleh banyak orang. Poster bersifat untuk mencari perhatian banyak orang, poster juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk, jasa, kegiatan, seputar pendidikan, dan lain sebagainya.

Tujuan Poster
Poster bertujuan untuk memberikan informasi, mengajak, dan menghimbau banyak orang untuk melakukan sesuatu seperti apa yang digambarkan atau dituliskan pada poster tersebut.

Ciri-ciri Poster
Poster memiliki beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut :
1. Memadukan antara unsur gambar dan kata-kata yang dibuat pada kertas berukuran besar.
2. Mengandung unsur-unsur warna yang mencolok dengan tujuan dapat menarik perhatian.
3. Berisikan kalimat-kalimat yang cukup singkat, jelas, dan mudah dimengerti pembaca.
4. Mengandung unsur gambar yang menarik, agar membuat orang penasaran untuk melihat dan membaca informasi yang ada di dalamnya.

Prinsip Desain Poster
1. Keseimbangan (Balancing)
Keseimbangan merupakan prinsip dalam komposisi yang menghindari kesan berat sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur rupa.
2. Alur Baca (Movement)
Alur baca yang diatur secara sistematis oleh desainer untuk mengarahkan "mata pembaca" dalam menelusuri informasi, dari satu bagian ke bagian yang lain.
3. Penekanan (Emphasis)
Penekanan bisa dicapai dengan membuat judul atau ilustrasi yang jauh lebih menonjol dari elemen desain lain berdasarkan urutan prioritas. Penekanan bisa dicapai dengan perbandingan ukuran, latar belakang kontras dengan tulisan dan gambar, perbedaan warna yang mencolok, memanfaatkan bidang kosong, serta perbedaan jenis ukuran, dan warna huruf.

Kesatuan (Unity)
Beberapa bagian dalam poster harus digabung atau dipisah sedemikian rupa menjadi kelompok-kelompok informasi.

Kesan (Specific Appeal) 
Poster dirancang untuk keperluan khusus berdasarkan suatu tema. Hal ini untuk memberikan kesan suatu sentuhan yang sesuai dengan produk, acara, atau layanan.

Jumat, 09 November 2018

Perjuangan Sultan Hasanuddin


Sultan Hasanuddin ialah raja dari Kerajaan Islam Gowa-Tallo di Makassar, Sulawesi Selatan. Oleh Belanda, ia dijuluki ‘Ayam Jantan dari Timur’ karena kegigihan dan keberaniannya melawan Belanda. Ia membela kepentingan kerajaannya dan kepentingan rakyatnya dengan gigih. Ia berusaha menegakkan kedaulatan dan memperluas wilayah kerajaan. Ia berhadapan dengan Aru Palaka, Raja Bone yang dibantu oleh Belanda.

Sultan Hasanuddin dikenal arif dan bijaksana. Beliau merasa sedih karena harus bertempur melawan keluarga sendiri. Arung Palakka La Tenri Tatta to Erung sudah seperti saudara kandung sendiri. Sultan Hasanuddin mempertimbangkan bahwa pertumpahan darah di kalangan orang Makassar dan Bugis harus segera dihentikan. Sultan Hasanuddin berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kerajaannya untuk melawan Belanda.

Karena perjuangan dan jasa-jasanya, nama Sultan Hasanuddin diabadikan sebagai nama jalan dan universitas di Makassar, Sulawesi Selatan. Pemerintah bahkan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Hasanuddin.

Setelah wafat, Sultan Hasanuddin dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Gowa di Sulawesi Selatan.

Kompleks pemakaman raja-raja merupakan peninggalan sejarah yang perlu dijaga kelestariannya. Kompleks pemakaman ini pun dijadikan objek pembelajaran sejarah bagi bangsa Indonesia.

Berkomunikasi Menggunakan Cahaya dan Cermin


Cahaya memiliki peranan yang penting bagi mata kita, tanpa cahaya kita tidak bisa melihat benda-benda yang ada di sekeliling kita. Sejak zaman dahulu cahaya sudah digunakan manusia untuk berkomunikasi, entah dengan obor, api unggun maupun pantulan cahaya matahari. Bahkan sampai sekarangpun komunikasi antara dua buah kapal di tengah lautan masih ada yang menggunakan bahasa isyarat dengan menggunakan lampu.

Bersama lensa, cermin kemudian dimanfaatkan untuk membuat sebuah teropong. Selain itu, pada masa perang cermin juga digunakan sebagai kode rahasia atau alat komunikasi melalui pantulan sinar matahari yang jatuh di permukaannya.



Selasa, 30 Oktober 2018

Kisi-kisi dan Materi UP PPG 2018

Apakah kamu seorang guru?
Apakah kamu pejuang sertifikasi?
Apakah kamu sedang lokakarya PPG Dalam Jabatan?
Apakah kamu bersiap menghadapi UP PPG 2018?
Kita sama.

Yuk sama-sama belajar dari kisi-kisi ini. Semoga kita semua yang sedang berjuang menghadapi UP PPG Dalam Jabatan 2018 dapat lulus dengan hasil yang terbaik.

Download di sini 

Senin, 22 Oktober 2018

Puisi Jalak Bali


By : Sofi Tri Maharani


Kecil mungil tubuhmu
Putih sucinya bulumu
Hitam legam ekor sayapmu
Biru cerah tanpa bulu pipimu
Bagaikan langit di hari cerah
Oh… Jalak bali
Sungguh indah dipandang mata
Membuat setiap yang memandang
Tergiur akan keelokan tubuhmu
Jalak bali
Terbang bebas di angkasa luas
Kesana kemari tanpa kenal lelah
Hinggap dari satu pohon ke pohon lainnya
Kini engkau terkurung sendiri dalam sangkar
Di depan rumah rumah sipemburu nakal
Yang tidak bertanggung jawab
Keelokanmu membuat mereka buta
Engkau yang seharusnya dijaga, dilindungi
Sebagai simbol pulau Bali
Tapi engkau malah diburu ditembak diperjualbelikan
Bukan hanya 1 atau 2 tapi ribuan Jalak bali
Hanya untuk uang yang tidak seberapa
Hingga kini kau terancam punah
Sungguh malang nian nasibmu wahai jalak bali

Sumber : http://sofitri8.blogspot.com/2015/09/puisi-jalak-bali.html

Sabtu, 21 Juli 2018

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Secara umum kompetensi inti pedagogik meliputi; (a) menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, (b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (c) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, (d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, (f) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, (g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, (h) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (i) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, (j) melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Berikut diuraikan indikator masing-masing kompetensi inti pedagogik.

Pertama; menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, merupakan kompetensi inti pertama yang harus dimiliki oleh guru. Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukan dengan kemapuan; (a) memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya, (b) mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran, (c) mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata pelajaran, (d) mengidentifikasi kesulitan peserta didik.

Kedua; menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, merupakan kompetensi inti pedagogi yang selanjutnya harus dimiliki oleh seorang guru. Indikator penguasaan terhadap kompetensi ini ditunjukan dengan kemampuan guru; (a) memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (b) menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif, (c) menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan karateristik bidang studi.

Ketiga; mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang studi yang diampu merupakan kompetensi yang sudah semestinya dikuasai oleh guru. Indikatornya seperti; (a) memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, (b) menentukan tujuan pelajaran, (c) menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pelajaran, (d) memilih materi pelajaran yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran, (e) menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik, (f) mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. Kompetensi ini dilakukan oleh guru dalam bentuk penyusunan RPP.

Keempat; kemampuan kompetensi pedagogi berikutnya yaitu menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, indikatornya ditunjukan dengan; (a) memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik, (b) mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran, (c) menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan, (d) melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan, (e) menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh, (f) mengambil keputusan transaksional dalam pelajaran sesuai dengan situasi yang berkembang.

Kelima; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi saat ini sudah menjadi keharusan bagi guru memiliki kemampuan dalam memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mendidik, seperti penggunaan media dan penggalian sumber belajar.

Keenam; memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, kompetensi ini ditunjukan guru dengan; (a) menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal, (b) menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.

Ketujuh; berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, merupakan kompetensi pedogogi yang penting dimiliki oleh guru, seperti; (a) memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan, (b) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (1) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (2) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

Kedelapan; menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses serta hasil belajar. Kompetensi evaluasi sangat penting dikuasai oleh guru, karena evaluasi menjadi alat ukur keberhasilan bagi guru dan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Indikator kompetensi ini meliputi; (a) memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, (b) menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, (c) menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (d) mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (e) mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrument, (f) menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan, (g) melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

Kesembilan; selain memiliki kemampuan dalam mengevaluasi seorang guru juga harus mampu untuk memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, seperti; (a) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar, (b) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan, (c) mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan, (d) memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kesepuluh; kompetensi terakhir dari pedogogik yaitu kemampuan guru dalam melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran, indikator kompetensi ini ditunjukkan dengan; (a) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, (b) memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan mata pelajaran, (c) melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran.

Masyarakat Informasional di Indonesia

Pada fase masyarakat industrial fokus utama adalah bagaimana masyarakat dengan segenap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berusaha mengolah bahan baku yang disediakan oleh alam menjadi komoditas yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup. Akan tetapi sekarang ini, ketika memasuki era masyarakat informasional, bukan lagi perkara bagaimana berproduksi untuk akumulasi kapital, akan tetapi bagaimana penguasaan dan kemampuan mengolah informasi sebagai sumber daya utama untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sekarang ini banyak yang sepakat bahwa masyarakat Indonesia mengalami transisi dari masyarakat offline menuju masyarakat online. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat informasional dan komunikasional juga telah hadir yang siapa pun tidak bisa menolaknya. Dengan kata lain, kehadiran masyarakat informasional ini sudah merupakan imperatif, atau sebuah keniscayaan. Hampir seluruh aspek kehidupan dalam bermasyarakat mulai dari aspek ekonomi, politik, kebudayan, dan sosial-budaya terambah oleh moda-moda informasional dan komunikasional. Sekarang ini informasi tidak lagi mewujud dalam bentuk pengetahuan yang terdokumentasi secara padat seperti barang-barang cetakan, tetapi telah berubah menjadi serba digital. Proses digitalisasi terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia yang tentu saja berimplikasi terhadap perubahan nilai, cara pandang, dan pola-pola perilaku masyarakat.

Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet di Indonesia mencapai 132,5 juta orang pada 2016, tumbuh pesat dari 2015 yang baru 88,1 juta orang. Hal itu tidak lepas dari kerja keras para operator telekomunikasi yang memperluas jangkauan layanan mereka. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengeluarkan regulasi yang mendukung (Kompas, 20 Maret 2017, hal. 12). Akan tetapi seiring dengan gegap-gempita tumbuhnya masyarakat jaringan ini, juga menyodorkan persoalan sosio-kultural seperti kesenjangan digital. Dalam insitusi keluarga pun juga menyodorkan persoalan kesenjangan antara generasi para orangtua yang masih disebut sebagai digital immigrant dan generasi anak-cucunya yang disebut sebagai generasi digital native

Di Indonesia, target menjadi masyarakat informasi diarahkan pada ukuran terhubungnya seluruh desa dalam jaringan teknologi komunikasi dan informasi pada tahun 2015. Determinasi teknologi ini harus diwujudkan dalam determinasi sosial, dimana masyarakat harus berdaya terhadap informasi. Konsep masyarakat informasi tidak lagi mengarah seperti era media yang telah muncul pada era industrial atau sering disebut the first media age dimana informasi diproduksi terpusat (satu untuk banyak khalayak), arah komunikasi satu arah; Negara mengontrol terhadap semua informasi yang beredar; reproduksi stratifikasi sosial dan ketidakadilan melalui media; dan khalayak informasi yang terfragmentasi. Akan tetapi masyarakat informasi yang berada pada the second media age yang memiliki karakter informasi desentralistik; komunikasi dua arah; kontrol Negara yang distributif; demokratisasi informasi; kesadaran individual yang mengutama; dan adanya orientasi individual.

Luapan konten informasi dan teknologi yang memungkinkan untuk user generated sebagaimana karakter media baru seperti munculnya blogs, website, citizen journalism, atau pun digitalisasi yang memungkinkan semakin banyaknya jumlah siaran televisi, radio, webcast, dan juga semakin mudahnya menerima terpaan informasi dimana saja, menjadikan masyarakat memiliki kesempatan yang sangat besar menjadi konsumen informasi. Era informasi seharusnya menjadikan masyarakat menjadi prosumen, produsen sekaligus konsumen informasi.

Ciri utama masyarakat informasi adalah bahwa semua aktivitas masyarakatnya berbasis pada pengetahuan. Oleh karena itu, dalam dunia di mana informasi dan pengetahuan terus beredar, pemerintah bercita-cita untuk membangun negara sebagai masyarakat yang berpengetahuan. Akan tetapi justru di sinilah kemudian menimbulkan masalah, sebab perkembangan masyarakat di Indonesia tidak linier dan homogen. Ada sebagaian masyarakat yang sudah berada dalam tahap siap memasuki masyarakat informasi karena telah mempunyai basis pengetahuan kuat dan menggunakannya sebagai dasar utama bagi aktivitasnya. Sementara banyak juga warga masyarakat yang berakar kuat pada kultur agraris, tradisional, penuh mistik, dan pandangan dunianya kurang mampu cepat beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya ketika pemerintah membangun infrastruktur ICT secara signifikan, sebagian besar warga masyarakat kurang mampu memanfaatkan ICT untuk kepentingan yang produktif, karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan.

Rabu, 08 November 2017

Menyanyi sebagai Ice Breakers

Sebenarnya ice breakers dalam bentuk menyanyi jarang sekali digunakan oleh para guru, kecuali guru seni suara. Padahal menyanyi adalah kegiatan yang paling mudah dan banyak disukai. Menyanyi bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa sekalipun . Jika dikemas dengan baik, menyanyi akan membuat suasana kelas menjadi ceria kembali.

Kadang kita perlu berimprovisasi pada syair lagu dengan mengganti syairnya yang bersifat memotivasi, tanpa mengganti nadanya. Apalagi jika lagu itu sedang "viral" di kalangan siswa saat itu. Hal ini bertujuan memberi kesan positif siswa kepada guru dengan pengemasan yang bersifat mendidik.

Contoh lagu untuk Ice Breaking berhubungan dengan IPA bernuansa islami

JAGALAH ALAM ("Jagalah Hati" oleh AA Gym)

Jagalah laut, jangan kau kotori
Jagalah sungai, jangan kau cemari
Jagalah gunung, jangan kau lubangi
Jagalah hutan, jangan kau tebangi

Bila laut kita bersih, air sungai kita jernih
Hutan gunung dilindungi, alam kita jadi asri
Tapi bila hutan gundul, air sungai penuh lumpur
Alam jadi amburadul, kita jadi makhluk kufur

Rabu, 25 Oktober 2017

Rangkuman IPA Hubungan Gaya dan Gerak

Hubungan Gaya dan Gerak kelas 6
1. Benda bergerak karena mendapatkan gaya.
2. Tarikan atau dorongan dinamakan gaya.
3. Gaya dapat menyebabkan benda berubah bentuk, benda berubah arah gerak, dan mengubah keadaan benda dari diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
4. Untuk melakukan suatu gaya diperlukan energi.
5. Alat untuk mengukur besarnya gaya disebut dinamometer.
6. Satuan gaya adalah Newton.
7. Jenis gaya berdasarkan sumbernya antara lain gaya gesek, gaya otot, gaya pegas, gaya listrik, gaya magnet, dan gaya gravitasi.
8. Untuk mengurangi gaya gesek pada mesin atau rantai digunakan minyak pelumas.
9. Gaya magnet senama tolak menolak, sedangkan tidak senama akan tarik menarik.
10. Jungkat jungkit akan seimbang jika jarak beban dari titik setimbang sama.
11. Pada traktor pegas, jika karetnya kencang maka geraknya cepat. Namun jika karet kendur maka gerak traktor lambat.
12. Pada ketapel, jika tarikannya kencang maka batu kerikil akan terlontar jauh.

Rabu, 09 November 2016

Hujan Oh Hujan Mengapa Engkau Turun

Pernah dengar judul diatas? Yaa mungkin yang suka nonton upin dan ipin pernah dengar sepenggal lagu itu. Bulan November - Desember ini sering kita kedatangan tamu berupa rintikan air dari langit, yang biasa kita sebut dengan hujan. Mengapa hujan bisa terjadi?

Sebelum membahas hujan, kita bahas dulu tentang siklus air. Sebuah perjalanan air dari satu fase ke fase yang lain. Siklus air merupakan cara kerja alam untuk menyeimbangkan jumlah air yang ada di bumi.Sehingga bumi menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali manusia.

Pada siklus air, kita tahu bahwa seluruh air di permukaan tanah akan bermuara ke laut. Di laut, ada banyak air yang akan dipanaskan oleh matahari sehingga terjadi penguapan. Penguapan ini telah memaksa air berubah wujud menjadi uap (gas) sehingga melayang di udara. Uap ini akan terus bergerak dan berkumpul dengan yang lain, sehingga semakin lama semakin banyak. Kumpulan uap inilah yang kita sebut dengan awan.

Hujan terjadi saat kumpulan uap berubah menjadi titik-titik air. Air ini sangat banyak, semakin lama semakin besar dan mencapai kondisi jenuh. Artinya, awan sudah tidak lagi kuat menampung begitu banyak titik air sehingga ia pun turun  dalam bentuk hujan. Jadi, hujan secara otomatis terjadi karena awan sudah melewati titik jenuhnya, dan tentu juga karena pengaruh gaya gravitasi bumi.

Hujan yang berlebih pada suatu tempat dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Jadi, sudah semestinya kita membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang telah kita lakukan saat ini.

Dalam firman Allah Surat An Naba' ayat 14 : "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah". Merupakan tanda kekuasaan Allah, kesendirian-Nya dalam menguasai dan mengatur alam semesta. Allah menurunkan hujan pada tanah yang tandus dan tidak tumbuh tanaman  sehingga pada tanah tersebut tumbuhlah tanaman yang indah untuk dipandang.

Rabu, 15 Juni 2016

Kita dan Sebuah Cerita

Rabu, 04 Mei 2016

Software Hanacaraka

Mata Pelajaran Bahasa Jawa merupakan Muatan Lokal wajib provinsi Jawa Tengah. Dalam mata pelajaran tersebut ada beberapa indikator yang dipelajari, diantaranya adalah menulis huruf Jawa (Aksara Jawa). Aksara Jawa terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Da Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga.
Nah, untuk para guru Sekolah Dasar maupun Bahasa Jawa atau bahkan para siswa yang ingin menuliskan huruf jawa tersebut di Microsoft Word, berikut ini saya berikan link software Hanacaraka. Dengan software ini kita bisa mengetik huruf Jawa dengan mudah. Kita tidak perlu menulis manual di soal. Dari software ini kita dapat memindahkannya ke Microsoft Word. Selamat mencoba dan sukses selalu...

Latihan soal US SD Power Point 2016

Menjelang Ujian Sekolah tingkat SD yang akan berlangsung beberapa hari lagi, perlu adanya latihan-latihan soal terutama untuk 3 mapel utama. Berikut ini ada aplikasi multimedia berbentuk power point yang isinya berupa ringkasan materi dan latihan soal. Selamat mencoba dan semoga sukses!